Tampilkan postingan dengan label Cerita CInta Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita CInta Remaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Another Story


‘One Love

“haha,.. apa kau melihat ekspresi  orang tadi saat melihat Frida?” gadis berambut brunette itu terus mengoceh dengan keiga temannya tanpa memperhatikan  tempat yang ia lewati, dan tiba –tiba ‘Brugg’ gadis berambut brunette itu menabrak sekumpulan anak laki-laki yang sedang berlawanan arah.
“eh, maaf” kata gadis itu sambil sedikit membungkkukan badannya. Saat gadis itu berniat melangkahkan kakinya bersma ketiga sahabatnya salah seorang dari gerombolan anak adam meneriakkan namanya.
“Riri….? Itu kamu kan ?” laki-laki berkemeja Denim itu memanggil namanya. Gadis yang diketahui bernama ‘Riri’ itu menolehkan kepalanya.
“iyaaa, astagfirullah… Riski ? kamu benar Riski kan?” Riri pun berjalan mendekati laki-laki yang meneriakkan namanya itu, setelah meminta izin pada ketiga temannya tentunya.
“haha, kamu beda banget hamper aja aku gak ngenalin kamu “ celoteh Riski sambil berjabat tangan dengan Riri.
“haha, kamu bisa aja. Aku masih sama seperti 6 tahun yang lalu J. Oh iya kamu ngapain kesini?”
“biasa mau cari tempat ngobrol aja, kamu sendiri ?” jawab Riski dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“hey, kenalin dong masak kita suruh nunggu aja disini, lumutan ini woy!!” teriak teman Riski yang berdiri tak jauh dari tempat Riski berdiri.
“hah, loe tuh gak bias banget kalo liat cewek dikit aja, oh iya Ri kenalin Aldo….” Kata Riski sambil menunjuk satu per satu temannya. Riri –pun hanya melambaikan tangan sambil memasang senyum menawannya pada teman Riski tersebut.
“oh iyaa, kenalin juga teman-temanku juga –guys!” teriak gadis itu sambil mengankat sedikit tangannya.
 “maaf ya sedikit lama, hehe” kata Riri dengan cengiran khasnya tak lupa menghiasi waja khas Indonesia –nya .
“iyaa, gak apa –apa kok “ jawab Ninda bijak.
“oh iya kenalin ini Riski, temen SMP dulu “ Riski –pun memperkenalkan dirinya pada teman Riri sambil menjabat tangan mereka satu per satu.
“hmm, Ri jadi gak kita cari makan. Udah bentrok banget ini perut” celetuk Dewi dan disetujui oleh Frida dan Ninda. Merasa bersalah karena sudah  cukup lama meninggalkan ketiga temannya, Riri –pun langsung berniat berpamitan dengan Riski.
“iyaa, deh tenang aja nanti aku yang bayar :D …” celetuk Riri yang sudah disambut gembira oleh ketiga temannya.
“beneran !!” sahut Frida dan Dewi semangat. “ –tapi uangnya kumpulin dulu baru aku bayarin :D , hahaha” tawa Riri –pun pecah dan disambut sahutan kecewa oleh ketiga temannya.
“yaah, anak satu ini. Minta diapaain coba! “ tambah Dewi dengan nada yang sedikit dibuat marah.
“ya, udah Ris aku duluan ya. Salam buat teman –temanmu J “ pamit Riri dan berniat pergi saat salah satu teman Riski menyahut.
“yaah, Ri masak udah mau pergi aja sih ! gabung kita aja gimana?” sahut Nino pada  gerombolan Riri.
“lagian juga kita juga belum kenalan nih sama ketiga temen kamu, masak cuma Riski aja yang dikenalin, kita enggak nih ? “ tambah seorang lagi dri teman Riski yang Riri ketahui bernama Reza.
“eh, … aku sih tinggal gimana mereka aja” jawab Riri sambil melihat ketiga temannya dengn tatapan Gimana-Menurut-Kalian yang dijawab tatapan tidak setuju oleh Dewi.
“iyaa gabung sama kita aja gak apa –apa kok J” tambah Riski meyakinkan.
“sepertinya kapan –kapan aja deh yaa, makasih tawarannya kita duluan yaa J” jawab Dewi sambil berlalu pergi.
“duluan yaa!!” teriak Riri pada Riski dan teman –temannya. Setelah mengucapkan salam perpisahan pada Riski. Keempat anak Adam dan Hawa itu pun pergi meninggalkan area taman yang menghubungkan area para pedagang makanan pinggir jalan itu –mereka  adalah Riri, Ninda, Dewi  dan Frida –tapi  tak terlalu jauh mereka melangkah sebuah suara yang baru saja dengar Riri kembali berengung dan  menghentikan langkah Riri.
“eh tunggu Ri!!” teriak Riski smbil mengejar Riri yang tk terlalu jauh itu. Dengan raut muka yang canggung itu sangat tergambar jelas di wajah campuran Belanda –Arab tersebut.
 “hmmm… boleh minta nomer kamu ?” kata Riski canggung, dari arah tempat teman Riski berdiri sudah terdengar celoteh mengejek dan itu semakain membuat wajah manisnya semakin memerah karena teriakan para ‘pengganggu’ itu.
“iyaa, boleh kok ini…” jawab Riri yang berada tepat menghadap Riski membuat jantung Riski berdetak lebih kencang dari biasanya –rasa ini bukan kali pertama Riski rasakan ketika ia dekat dengan gadis yang tepat berada didepannya ini. Rasa berbebeda yang tak ia rasaka pada gadis lain selain gadis dihadapnnya ini.
Setelah kejadian di taman beberapa waktu lalu Riski dan Riri semakin dekat, setiap hari mereka bertukar kabar dan bercerita lewat pesan singkat. Canda yang selalu Riski tawarkan setiap ia bersenda saat ditelfon ataupun ketika mereka bertemu untuk sekedar mencari udara segar.
Suatu sore yang indah saat matahari sudah bersiap  untuk kembali beristirahat, sepasang anak manusia itu sedang bercanda tentang sesuatu yang menurut mereka sangat sepele dan tidak penting untuk dibahas tapi dapat membuat tawa mereka membahana –seakan taman itu memang diciptakan untuk mereka berdua.
Dan tiba –tiba tangan Riski yang bebas menggenggam tangan Riri yang berada tak jauh dari jangkauan Riski. ‘Gerakan’ tiba –tiba yang Riski ciptakan itu membuat Riri seketika menegang dan langssung  menghentikn tawanya yang semula sangat terlihat rona kebahagiaan diantara mereka.
“aku mau ngomong sama kamu, Ri –dan kamu harus jawab jujur tentang ‘ini’…” celoteh Riski yang menggenggam kedua tangan Riri –membuat ’mereka’ menjadi satu genggaman yang sanagat pas untuk Riski genggam.
“ngomong aja sih –santai aja ha..ha..ha..” jawab Riri ddengan nada yang ia buat sesantai mungkin tapi yang Riri ddengar malah seperti ikan yang kekurangan air –menggelikan –batin Riri.
“jangan kamu jadiin bercandaan atau apapun yang selalu kamu lakukan kalau akau mau bicara serius sama kamu, oke?”
“hmmm, oke….” Jawab Riri semaakin gugup.
“kamu ingat waktu kamu lupa kunci kamu –yang tertinggal diparkiran ?” ujar Riski dan bergeser menghadap langsung ke Riri –menatap manic mata coklat tua gadis berambut brunette itu.
“iyaa, tentu ak.. aku gak bakalan…. Lupa –sama kejadian itu” jawab gadis yang memakai dress peach selutut itu –sangat anggun dengan paduan blazer  coklat muda dan rambut yang ia gerai disertai hiasan pita rambut yang semakin membuat ia terlihat sangat manis sekarang.
“kau tahu, itu pertama kali aku jatuh cinta padamu, dengan segala ke misteriusan yang kau miliki da– “ belum selesai Riski menjelaskan Riri sudah menyahut tak terima.
“misterius ?? berarti aku terlihat aneh dimatamu? Beg– “ tiba –tiba jari telujuk Riski tepat di depan bibir Riri sekarang seakan menghentikan Riri untuk bicara lebih jauh lagi.
“sssttt, bisakah kau ijinkaan aku menyelesaikan semua kalimatkku dulu, huh?” jawab Riski sangat lembut –membuat Riri yang duduk dihadapan Riski sulit untuk sekedar menarik nafas saja.
Dengan anggukan samar Riri menjawab, “hhmm, sampai mana aku tadi sampai lupa, haha..” lanjut Riski membuat Riri jengkel dan menggelembungkan pipi dan meniup poninya.
“haha, bailkah aku bercanda –kau tak pernah tahu akan pesona yang kau miliki, segala kesederhanaan dan kebaikan hatimu yang tak bias membuat hati ini berpaling pada gadis lain, walaupun dengan diam saja aku bias mendapatkan ‘itu’ “
“mulai sombong tuan Muda? “ ejek Riri “ –ish …”
“haha, aku  tak akan berlama –lama lagi, Riri sejak hari ‘itu’ aku telah bersumpah dengan diriku sendiri bahwa tak aka nada gadis lain yang dapat menempati singgasana hatiku –hatiku hanya untukmu. Jadi maukah kau menjadi calon ibu dari anak –anakku kelak ?”  
Tak terasa mata Riri telah penuh dengan cairan bening yang telah memburamkan penglihatannya. “apa kau yakin dengan keputusanmu ini –maksudku kita masih kuliah dan aku harus membahagiakan orang tuaku, Riski “ dan sejalan dengan kalimat yang mengalir dari mulut Riri –air mata itu tumpah dengan sendirinya.
“kau menangis, hmm…?” dan Riskin pun menghapus air yang perti anak sungai itu dengan ibu jarinya. “kita hadapi bersama –kita raih kebahagiaan itu bersama J 
“kau bersungguh –sungguh ?” sahut Riri menyakinkan –meyakinkan dirinya sendiri lebih ttepatnya, ternya sekian lama ia menunggu, sekian lama ia pendam rasa ‘itu’ untuk laki –laki yang duduk dihadapannya ini, sekarang semua doa yang ia lontarkan pada Sang Pencipta telah terjawab sudah. Ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan seperti kisah –kisah yang ia baca di novel ataupun cerita temaan –temnnya. Tuhan hanya menujukkan semua itu pada waktu yang tepat –dan ia sangat bersyukur atas semua kejadian yang baru ia alami sekarang. ‘terima kasih ya Tuhan’ –batin Riri
“apa kau ragu setelah sekian tahun kita berpisah dan tak sengaja dipertemukan di taman ini? Apa kurang waktu yang Tuhan  berikan untukmu berpikir ? dan apa–…”
“baiklah aku terima…” tanpa menunggu apa lagi yang Riri ocehkan Riski langsung menangkup tubuh Riri dengan sekali tarikan. Dan itu membuat efek yang sangat berlebih bagi tubuh Riri –seakan pasokan udara menipis, tubuhnya –pun langsung kaku mendapat perlakuan itu dari Riski.
“terima kasih, terima kasih, sayang…..” lontar Riski dan mempererat pelukannya pada Riri –dan yang membuat Riski makin senang Riri membalas pelukannya, walaupun Risk sangat merasakan bahwa keraguan di benak Riri masih terlihat dari gerakan yang ciptakan untuk membalas pelukan Riski.
“love…you…so…much…, honey “ lanjut Riski dan membenamkan penciumannya pada rambut lembut Riri.
“ I do…” jawab Riri –dan matahari yang mulai tenggelam itu menjadi saksi kesucian cinta mereka, langit yang mulai menjadi jingga menghujam kulit dia anak manusia yang telah menemukan pasangan hidupnya itu, pohon , angin yang semilir, dan bunga –bunga indah berwarna itu juga menjadi saksi bisu cinta sejati dua cucu adam tersebut, suasana yang sangat mendukung terjadinya itu semakin membuat dua sejoli itu larut akan keadaan. Dan kisah mereka dimulai sekarang –hidup sebagai sepasang kekasih J yang –mungkin – maut saja yang akan memisahkan mereka.


Minggu, 19 Mei 2013

Pertemuan Singkat "Another Story"

                    Saat itu bel sekolah telah berbunyi nyaring dan sangat memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya. Hari itu Tino -yang notabene berstatus murid di sekolah SMA Pelita Harapan- tak mengubris akan lengkingan bel tersebut.
                    Tino, muris yang mempunyai para diatas rata-rata itu melangkah dengan santai dari parkiran sekolah menuju tempat yang hampir satu tahun ini ia tempati dan yaah lumayan jauh dari parkiran sekolahnya.
                     "haaah... Itu bu Mita !!!! hah..haah..hah!!! cepat-cepat cepat !!!" saat gadis ini berlari dengan tak melihat area berlarinya, tiba-tiba tubuhnya limbung, 'aku seperti menabrak sesuatu' pikir gadis itu- dan mengakibatkan dia menindih sesuatu. 'aah bodohnya kau Farisha, bisa-bisanya kau menabrak orang' rutuknya dalam hati.
                      "aduh \, maaf ya maaf banget...aku,..." belum selesai Farisha meminta maaf sebuah lengkingan suara yang dahsyat mengejutkan mereka berdua-Farisha dan laki-laki itu tentunya-
                      "hai...kalian !!! jangan lari !!!" teriak bu Mita yang sejak tadi gadis itu hindari. reflek Gadis itu langsung menggandeng tangan Tino-laki-laki yang ditabraknya- dan 'mengajaknya' untuk berlari bersama -menghindari terkaman macan yang sedang mengamuk-
                       Setelah menemukan persembunyian yang menurutnya aman, Farisha dan Tino membenamkan diri menghaindari bu Mita. Dan yeah !! mereka berdua berjasil mengelabui bu Mita.
                       Setelah keadaan cukup aman gadis itu keluar dari persembunyiannya bersama Tino yang mengekor dibelakangnya. "kenapa kau mengikutiku...!" bentak gadis itu pada Tino. "apa kau selalu 
menggandeng semua orang yang baru saja kau kenal huh!!!" ucap Tino tak kalah dengan bentakan gadis itu.
                       Sontak tangan gadis itu yang masih di pergelangan tangan Tino seketika terlepas. Menyadari gadis itu bersiap melarikan diri  saking malunya -gara-gara sifat reflek yang sellau ia tunjukkan pada siapapun-, tapi sebuah tangan menghalaunya untuk pergi dari tempat gadis itu berdiri.
                       "kau harus bertanggung jawab, karena telah menghilangkan selera bersekolahku porak-poranda" sergah Tino sambil menyeret tangan gadis itu menjauh dari tempat persembunyiannya.
                        ***** **** **** 
                        "Apa KAU GILA, huh !! Mana bisa aku panjat pagar setinggi itu ?!! bentak gadis itu pada Tino yang cekikikan melihat ekspresi terkejut gadis itu. "Sudahlah aku yakin kau bisa, gadis manis :) " ucap Tino tenang. Dan setelah Tino menyatakan itu gadis itu tanpa disuruh oleh Tino kembali , mulai memanjat pagar setinggi orang dewasa itu.
                       ### ### ###
                      "Apa kau sudah bertemu dengan gadis pengacau hatimu itu ?? " tanya salah seorang teman Tino yang saat di kantin sekolah yang cukup ramai. "haah, keberuntungan memang belum berpihak padaku, tapi aku yakin setelah Pertemuan Singkat yang gila itu, aku akan bersama dengannya sampai muncul Tino Junior yang mengagumkan !!" seru Tino yakin.

Jumat, 10 Mei 2013

Senyum Itu Milikku

CALON JODOHKU

-Boy's POV-
True Love ?? nice to be disscus ^^


                      Aku memang tak terlihat oleh matamu sekarang, aku sekarang menjadi miliknya- milik seseorang yang menyayangiku saat ini. seseorang yang dengan 'setulus hati' mencintaiku, mungkin saja rela melakukan apapun ?.
                     Tahukah kau wahai 'calon jodohku' aku sangat mengagumimu, menyayangi dengan sepenuh hatiku- walaupun sekarang aku masih menjadi milik'nya'. sesungguhnya aku juga bukanlah orang yang terlalu munafik mencintai dua orang sekaligus, tapi memang inilah adanya aku dan segala realita di kehidupanku. tapi sekarang aku masih menjadi milik'nya', milik pasanganku sekarang, orang yang dengan baik meminjamkan hatinya sementara untuk aku tempati.
                     'Calon jodohku' aku memang jarang memperlihatkan diriku dihadapanmu. aku hanya menundukkan wajahku jika melihatmu -berpura-pura asik dengan pasangaku- dan jika suatu kesempatan aku melihatmu tanpa ada kekasihku disampingku aku berpura-pura tak melihatmu. sungguh aku tak bermaksud untuk tak menghargaimu. aku hanya menjaga hati'nya' sekarang. aku tak ingin mengecewakannya dan membuatnya terluka dengan perbuatanku. 
                    Saat aku melihatmu aku tak kuasa menatapmu, tak mengerti akan semua ini, tapi yang pasti aku akan menjaga hati ini untukmu nantinya wahai 'calon jodohku'
Aku akan menunjukkan diriku padamu di waktu yang tepat yang kau pun juga tak tahu kapan. kau pasti akan mengetahui perasaanku ini nantinya wahai CALON JODOHKU

Senin, 08 April 2013

Senyum Itu Milikku


MUSIBAH TERINDAH
saat tuhan memang berpihak padaku dan mempertemukanku denganmu
-Girl's POV-
Haah.., semua terasa indah bila 'dia' berada disampingku-tentram, damai, serasa dunia ini telah berpihak padaku. 'Dia' laki-laki yang selalu hadir disaat aku menuai cobaan dari-Nya, tak pernah lelah ia menghiburku saat kau dalam keterpurukan dunia yang nista ini.
'Dia' dulu yang tak pernah melihatku, 'Dia' yang dahulu tak pernah tahu keberadaanku yang selalu melihatnya dengan hatiku, 'Dia' yang tak pernah mengetahui bahwa ada seorang yang menginginkan kasih sayangnya.
Teringat saat dulu ia pertama mengenalku, terasa aneh memang. ketika aku terburu karena bel sekolahku telah menggema beberpa menit yang lalu. 'Dia' dengan santainya berjalan tanpa beban menuju kelas tercintanya. Begitu juga dengaku yang tak menyadari akan keberadaanya didepanku. 
"argh.." dengan tak bengisnya aku menabraknya dari belakang sampai ia terjerembab ke depan dan aku yang tak konsen dengan jalanan yang aku lewati terhuyung dengan paksa. aku menimpanya !!!! 'TUHAN, aku memang mengharapkan dekat denganya tapi tak dengan cara seperti ini ' batinku sekenanya. JANTUNG !!! hey, bisakah kau berdetak dengan tenang, kenapa kau bertalu tanpa kontrolku !!.
Dia mengerjapkan mata indahnya, tak terlihat senyum indah  itu diwajah rupawannya. Tak tahu apa yang ada difikirannya, samar-samar kudengar detak jantungnya tanpa kontrol juga. Dengan lancang tanpa sadar aku tersenyum, baiklah ini adalah musibah yang sangat aku syukuri. TERIMA KASIH TUHAN !!
'Dia' memegang tanganku dan menunjukkan senyum terindah yang pernah ku lihat di dunia. Tanpa sadar ku tersenyum dan mengeratkan genggamanku padanya. SENYUM itu MILIKKU.

Jumat, 22 Februari 2013

Senyum itu Milikku

DON'T JUDGE ME

-Ketika Kau Meyakinkanku-
-Boy's POV-

'please don't judge me, I won't judge you.....' lagu dari salah satu penyanyi favoritku - Chris Brown - sedang mengalun indah di gendang telingaku melalui headphone pemberian kekasihku yang kini tengah mendarkan kepalanya dibahuku. Kupejamkan mataku, teringat kisah itu, sebelum dia-gadisku- menjadi milikku sepenuhnya.

'Kenapa kau mendekatiku , aku tak pantas-takkan pernah panta menjadi orang yang special bagimu, Ni ' dia berkoar tak tentu  dengan cairan bening yang terus mengalir dari mata indahnya. sungguh tak tega kumelihatnya. 'Aku tak pantas bagimu, kau begitu populer dengan banyak fans yang selalu mengikutimu dimanapun kau singgah'. Kudekati dia dan kuhapus kristal bening itu dari pipinya. 'Karena itu tak berpengaruh dengan kita, bukan mereka, bukan popularitasku, dan bukan orang-orang itu' kutunjuk orang yang diam-diam menguping pembicaraanku dengan gadisku ini. 'Kita, hanya AKU dan KAU. karena kita yang akan menjalani kehidupan indah yang kita rangkai dimasa mendatang'. Kurengkuh dia dan kupeluk erat tubuh mungilnya, 'Sangat nyaman'-batinku.

'Apapun yang kau dengar tentangku, baik ataupun buruk, jangan pernah menghardik mereka balik. karena itu hak mereka. Walaupun mereka yang mengikutiku kemanapun kau pergi, percayalah hanya kau yang kucinta dan hanya kau yang ada dihatiku, Percayalah'. Kuangkat tangannya dan kuarahkan untuk menyentuh letak jatungku. kupandang wajahnya dan kubisikkan lembut 'DON'T JUDGE ME'

SENYUM itu MILIKKU

SALAHKAH AKU :( !!

-Saat-saat kuberjuang meraih Tahta menjadi Gadismu-
-Girl's POV-


'Katakan saja, kalu itu memang membuatmu merasa lebih lega, atau kau bisa melakukan apapun padaku kalu membuat hatimu bahagia' kuutarakan semuanya - yang selama ini kupendam dalam hati.

'Apapun salahku, tolong katakan agar aku bisa memperbaiki sikapku padamu' tak menanggapi perkataan dia malah pergi meninggalkanku. Tuhan, jika memang ini takdirku, kuterima ini dengan lapang dada.

Aku-pun kembali bergabung bersama temanku yang tak jauh dari tempatku berdiri semula. 'Sepertinya ada yang salah denganmu saat ini' tanya salah satu temanku-sahabatku lebih tepatnya. 'Nothing to say' kusunggingkan senyumku. Kulihat dia tertankap sedikit raut murung diwajahnya. Walaupun kini gelak tawa yang terdengar, kulihat air mukanya tak dapat menipuku jika ia sedang murung. 'Apakah itu salahku ?' langsung kutepis semua prasangka itu.

Sejak kejadian disalah satu tempat favorite-ku itu, Dia tak pernah lagi megajakku bercengkrama - jangankan bercengkrama, menegur sajaterlihat sangat terpaksa padaku. Apa yang harus aku lakukan ? Sungguh tak nyaman suasana seperti ini. Kaku, canggung semua bercampur menjadi satu ketika ku-melihatnya. Apakah perbuatanku itu membuatmu seperti ini ? SALAHKAH AKU :( !!!

Sabtu, 02 Februari 2013

SENYUM itu MILIKKU


KHAYALAN INDAHKU ^_^
-Saat Pertama Ku Mengenal Dirimu-
-Girl's POV-
            
 Suatu hari yang tak pernah kusangka, seorang yang cukup sederhana datang merangsek kehidupanku yang sepi ini. Tak pernah kusangka getaran itu ada saat pertama ku – melihatnya, Ramah, Sopan, Baik dan juga Manis – itulah sifatnya. Tuhan, apakah kau terlalu baik hingga kau datangkan ciptaanmu yang paling indah datang ke kehidupanku ? Tak salahkah kau menjatuhkannya tepat dihadapanku ? Tapi selebihnya dari itu, aku sangat berterima kasih Tuhan dengan karunia yang kau berikan ini.
            Hari itu…,
            Kulangkahkan kaki gemetar ini menuju hadapannya, senyum nan indah terpampang jelas di wajahnya yang begitu rupawan – yang begitu aku kagumi. Tak kusadari senyumku mengembang dengan sendirinya, tak pernah pernah berhenti ia memamerkan seyum surgawinya yang membuatku tak kuasa mengatur laju jantung ini.
            Tuhan tolong beri kau banyak kekuatan cadangan sampai ku – tepat berdiri dihadapannya. Angin semilir sore ini sedikit memberiku kekuatan untuk melangkah sampai pada pangeranku J.
            Oh…, adakah orang yang dapat membantuku ? tolong pegang aku untuk sampai tepat berdiri dihadapannya tanpa jatuh dan memalukanku. Kutahu ini memang lebih dari kata berlebih saat aku menggambarkan betapa menakjubkannya ciptaan Tuhan satu ini, tapi tahukah kalian ? Itu memang benar adanya dan aku tak pernah mengada – ada.
Tapi itu semua hanya dalam KHAYALAN INDAHKU semata, yang kalian tak pernah – takkan pernah TAHU 

SENYUM itu MILIKKU :)


SENYUM ITU J

-Impian itu memang NYATA-
-Girls's POV-

-Ketika Kau Genggam Erat Diriku-
Berkali – kali kucoba untuk menyadarkan diriku bahwa pria yang sekarang duduk disampingku ini memang – telah – menjadi milikku. Takkan ada lagi yang bisa merebutnya dariku, karena ada dua cincin perak melingkar dijari manisku dan jari manisnya.
                Dulu kuingat ketika aku meihatnya bersama ‘pasangan’nya – sangat mesra, cocok – tak banyak dari orang yang melihat mereka berdua mengatakan begitu – dan takkan mungkin terpisahkan lagi. Sangat serasi , selentingan khas anak remaja yang berulang kali kudengar bahkan tak sering kau menagatakan seperti itu. Selalu bersama – kemanapun ada ‘dia’ pasti ada ‘pasangannya yang dengan mesra menggandeng tangan’nya’. Tersenyum manis dan terlihat sangat bahagia tanpa cacat pertengkaran – setidaknya itu yang terlihat.
                Saat itu aku hanya ikut berbahagia melihatnya tersenyum bahagia dengan ‘pasangannya’ saat itu. 'Cinta tak harus Memiliku haaah…, pepatah kuno yang sangat miris bukan ? tapi melihat orang yang kita kasihi bahagia, dengan ikhlas yang dipaksakan kebahagiaan mengalir indah bagiku.
               
              Tapi itu dulu, ketika masa akhil baikku – ku, sekarang Tuhan memang sangat baik padaku. Bulan telah beralih menyinari bintang yang lebih mengasihi dan membutuhkan sinarnya ketika malam tiba.
            Haaah…, ternyata pria disampingku ini memang Milikku takkan kupungkiri lagi kenyataan ini. Kueratkan genggamanku padanya, dia menoleh padaku dan tersenyum.
                



              Senyuman yang menbuat aku jatuh hati padanya – pria sederhana yang mempunyai senyum yang memabukkanku –Senyum itu Milikku.
“ Terima kasih…” ucapku, dia – pun membalasnya dengan mempererat genggaman tanganku, semakin erat dan Takkan Terpisahkan – sampai memang ajal-lah yan menjemput kita.



-Violet's Smile-